jump to navigation

Nutrisi Untuk Miningkatkan Kekebalan Tubuh Anak September 7, 2012

Posted by indigrow in Uncategorized.
add a comment

Tubuh manusia secara terus menerus melindungi dirinya dari “serangan” yang datang dari lingkungan yang membahayakan dirinya. Hal ini dapat dilakukan karena tubuh diperlengkapi dengan serangkaian sistem yang kompleks, terdiri dari sel-sel, berbagai senyawa biokimia, jaringan dan organ-organ tubuh tertentu yang saling berinteraksi membentuk sistem kekebalan tubuh atau yang disebut juga sistem imunitas tubuh.


Bagaimana tubuh melindungi diri dari pengaruh lingkungan yang buruk..?
Tubuh manusia secara terus menerus melindungi dirinya dari “serangan” yang datang dari lingkungan yang membahayakan dirinya. Hal ini dapat dilakukan karena tubuh diperlengkapi dengan serangkaian sistem yang kompleks, terdiri dari sel-sel, berbagai senyawa biokimia, jaringan dan organ-organ tubuh tertentu yang saling berinteraksi membentuk sistem kekebalan tubuh atau yang disebut juga sistem imunitas tubuh. Sistem ini bekerja melalui beberapa peran. Sebagai contoh, peran dari sistem saluran cerna.

Saluran cerna tidak hanya menyarikan dan menyerap zat-zat gizi dari makanan yang masuk tapi juga menghancurkan organisma-organisma patogen yang terkandung dalam makanan tersebut. Kerja sistem imun lain yang berperan lebih fokus dilakukan oleh sel-sel darah putih yang memang mempunyai tugas khusus untuk memerangi organisma-organisma asing yang menyerang tubuh manusia. Adanya defek atau “kelemahan” sistem imun dapat mengganggu kemampuannya untuk mengenali dan menghancurkan organisma asing sehingga meningkatkan kerentanan terhadap timbulnya berbagai penyakit.

Bagaimana supaya sistem kekebalan tubuh tetap bekerja optimal..?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa fungsi kekebalan tubuh tergantung pada beberapa hal, terutama asupan makanan dan pola kehidupan yang sehat. Disebutkan juga bahwa aktifitas fisik dan status emosi yang sehat merupakan faktor penting yang mendukung sistem kekebalan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.

Apakah si kecil sudah mendapatkan asupan makanan sehat..?
Nutrisi yang tepat adalah asupan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral dalam jumlah dan proporsi yang seimbang sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan, energi, sistem kekebalan  dan status kesehatan secara keseluruhan. Jumlah makanan tentu disesuaikan dengan usia anak. Sedangkan komposisi makanan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok karbohidrat yang terdiri dari roti, sereal, nasi dan pasta; kelompok kedua adalah sayuran, kelompok ketiga adalah buah-buahan, kelompok keempat adalah makanan sarat protein seperti daging, ikan, ayam/unggas, telur, dan kacang-kacangan, dan kelompok kelima adalah produk susu yang terdiri dari susu atau yogurt dan berbagai produk terbuat dari keju. Kelima kelompok makanan ini tersusun dalam bentuk piramid, dimana kelompok pertama merupakan dasar piramid, disusul kelompok makanan kedua dan ketiga di atasnya, dan kelompok makanan keempat dan kelima di atasnya lagi.

Yang menjadi puncak piramid makanan adalah makanan mengandung lemak, minyak dan gula. Hal ini menunjukkan bahwa tiap kelompok makanan mengandung sebagian, tapi tidak semua, dari kandungan gizi yang dibutuhkan. Makanan dari kelompok yang satu tidak dapat menggantikan makanan di kelompok lainnya. Tidak ada satu kelompok makanan pun yang lebih penting daripada yang lain. Untuk mendapatkan asupan makanan yang sehat, anak harus mendapatkan semua kelompok makanan tersebut dalam jumlah dan proporsi yang seimbang seperti yang telah digambarkan di dalam piramid makanan tersebut.

Karbohidrat
Karbohidrat  ditemukan pada tumbuhan dalam bentuk gula dan zat tepung. Zat tepung merupakan gula dalam bentuk rantai yang lebih panjang dan kompleks, dan sebelum diserap di usus halus, zat ini dipecah dulu menjadi bentuk gula yang lebih sederhana. Zat gula pun terdiri dari berbagai bentuk seperti sukrosa, laktosa dan glukosa.
Baik zat gula dan zat tepung memberikan energi bagi tubuh untuk terus beraktivitas. Makanan yang mengandung zat tepung juga mengandung serat dan vitamin.
Gula bisa didapatkan dari buah, susu (laktosa), atau gula meja; sedangkan zat tepung diperoleh dari sereal, buah, sayur dan kacang.

Serat
Kenapa disebut “serat”? Sebagian makanan yang telah diproses ternyata sulit dicerna oleh usus halus, menyerupai sifat serat, itulah sebabnya kelompok makanan ini disebut makanan berserat. Serat mempunyai tugas penting untuk menjaga usus besar sehat. Pada anak, asupan serat yang cukup akan membantu menghindari buang air besar yang keras karena serat memperbaiki pergerakan usus, melunakkan tinja, dan mempercepat waktu yang dibutuhkan makanan untuk berjalan melalui usus halus. Kebanyakan makanan yang berasal dari tumbuhan mengandung serat. Serat banyak ditemukan dalam kulit padi, sereal (terutama biji-biji padian), beras merah, kacang-kacangan seperti kacang polong, buah dan sayuran. Jus buah hanya mengandung sedikit serat, oleh karena itu lebih dianjurkan untuk memakan buah secara utuh.

Protein
Protein merupakan zat yang terbentuk dari serangkaian asam amino. Tubuh kita dapat membuat sebagian dari asam amino tersebut, namun sebagian lagi harus didapatkan dari luar tubuh berupa makanan. Protein berfungsi untuk pembentukan organ tubuh. Otot dan darah kaya akan kandungan protein. Dimana protein bisa didapatkan? Protein hewani didapatkan dari daging, ikan, keju, yogurt, telur dan susu, dan mengandung asam amino yang lengkap. Sedangkan protein nabati (dari tumbuhan) didapatkan dari buncis, kacang polong, biji padi, dan kacang-kacangan lainnya, namun kelompok ini  mengandung protein yang kandungan asam aminonya tidak selengkap protein hewani.
Anak membutuhkan protein untuk pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuhnya, termasuk pembentukan jaringan baru, dan juga membentuk antibodi yang merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh. Tanpa asam amino esensial, anak menjadi jauh lebih rentan terhadap penyakit-penyakit serius.

Lemak
Lemak menghasilkan energi dan tenaga bagi tubuh, namun jika tidak segera digunakan maka lemak akan disimpan sebagai cadangan energi saat kita kelaparan. Selain sebagai salah satu sumber energi, lemak dibutuhkan untuk mendukung berbagai proses dalam tubuh seperti metabolime tubuh, pembekuan darah, dan untuk proses penyerapan vitamin-vitamin tertentu.  Oleh karena itu lemak penting untuk menjadi salah satu asupan makanan anak. Namun konsumsi tinggi lemak terutama lemak yang tersaturasi (daging sapi, babi, kambing, susu, keju dan es krim) dapat berkontribusi menimbulkan plak atau sumbatan di pembuluh darah, serta meningkatkan tekanan darah di kemudian hari. Oleh karena itu anak usia diatas 2 tahun disarankan untuk mulai mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang lebih rendah, tidak tersaturasi (minyak sayur dan minyak ikan), rendah kolesterol (seperti: ayam, ikan, daging yang direbus, dibakar atau dipanggang; bukan digoreng), margarin rendah lemak (sebagai  pengganti mentega), produk susu yang rendah lemak, dan minyak sayuran yang rendah lemak.

VITAMIN dan MINERAL
Kedua kelompok  ini merupakan elemen penting dari keseluruhan kebutuhan zat gizi anak. Karena tubuh manusia tidak dapat mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral, maka kedua zat ini harus didapatkan dari asupan makanan. Tubuh hanya membutuhkan sejumlah kecil vitamin, dan jika asupan makanan anak cukup baik dan seimbang, biasanya kebutuhan akan vitamin dan mineral sudah mencukupi dan tidak dibutuhkan suplementasi lagi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa vitamin dan mineral tertentu merupakan nutrient yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh manusia, yaitu vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, zat besi dan zinc.
Vitamin A
Vitamin A sebagai retinol atau beta-carotene merupakan immune-supportive nutrient. Banyak penelitian menunjukkan kemampuan vitamin A untuk menurunkan insidensi dan tingkat keparahan penyakit-penyakit infeksi. Vitamin A mendukung kekebalan tubuh dengan cara memelihara integritas atau keutuhan dari permukaan mukosa. Membran mukosa adalah permukaan lapis terluar yang melindung sistem organ di dalam tubuh, misalnya sistem saluran napas dan sistem saluran cerna. Membran mukosa pada kedua sistem ini secara natural bertugas sebagai barrier atau pelindung tubuh dari segala organisma pathogen yang masuk. Vitamin A juga meningkatkan respons antibodi dan meningkatkan penggandaan jumlah sel darah putih yang dikenal sebagai salah satu komponen sistem kekebalan tubuh.. Selain itu vitamin A membantu fungsi penglihatan dimalam hari serta kemampuan membedakan warna. Sumber yang kaya vitamin A adalah sayuran berwarna hijau, merah dan oranye (terutama karoten dalam wortel), produk susu dan hati.

Vitamin C (asam askorbat)
Vitamin C merupakan vitamin yang paling dikenal sebagai immune-stimulating nutrient.  Banyak penelitian menunjukkan bahwa vitamin C bekerja pada beberapa tingkat untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, untuk meningkatkan aktivitas sel-sel imun, vitamin C berperan sebagai cofactor dalam pembentukan kolagen, yang merupakan protein utama pada seluruh jaringan kolagen.  Dengan cara membantu memelihara dan menjaga keutuhan struktur jaringan tubuh yang saling berkoneksitas satu sama lain, maka vitamin C mencegah penyebaran infeksi ke seluruh bagian tubuh. Selain memperkuat otot dan kulit, vitamin C juga mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan kekebalan terhadap infeksi. Manusia tidak dapat memproduksi vitamin C dalam tubuhnya sehingga harus didapatkan asupan dari makanan sehari-hari misalnya dari buah sitrus, stroberi, tomat, kentang, bayam, brokoli, kubis, dan tauge.

Vitamin D (Cholecalciferol)
Vitamin D merupakan zat nutrisi yang dapat ditemukan dalam lemak, tapi dapat juga dibentuk oleh tubuh dari sinar matahari yang mengenai kulit manusia. Vitamin D mengatur metabolisme kalsium dan fosfor sehingga penting untuk pembentukan tulang yang kuat. Selain itu vitamin D ini juga terlibat dalam proses pertumbuhan sel dan pembentukan sistem kekebalan tubuh. Makanan yang kaya vitamin D antara lain adalah ikan, hati, mentega, margarine dan telur.

Vitamin E (Tocopherol)
Vitamin E yang terkandung dalam sel-sel imun mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan yang terkandung dalam sel-sel lainnya. Sel darah putih sebagai salah satu “sel imun”, sering menggunakan radikal bebas untuk membantu menghancurkan organisma patogen. Makin tinggi konsentrasi antioksidan nya – termasuk vitamin E – makin memungkinkan sel darah putih untuk menggunakan kekuatan radikal bebas tanpa “melukai” sel darah putih nya itu sendiri. Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa manusia dengan kadar vitamin E lebih rendah, secara bermakna menunjukkan kerentanan yang lebih tinggi terhadap infeksi dibandingkan dengan manusia yang memiliki kadar vitamin E lebih tinggi.  Vitamin E ditemukan pada minyak sayur, ikan laut, kacang, telur dan sereal.

Zat Besi
Zat besi merupakan mineral penting dalam diet anak karena zat ini dibutuhkan untuk membuat haemoglobin, (bagian “merah” dari darah), yang tugasnya membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Zat besi juga penting bagi sistem saraf (untuk pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak), untuk pertumbuhan badan dan membantu tubuh melawan infeksi. Zat besi ditemukan pada daging, terutama daging merah (sapi, kalkun, babi), hati, telur, makanan laut, biji padi, sereal dan kacang polong. Kekurangan zat besi atau anemia zat besi pada anak dapat terjadi saat fase pacu tumbuh (seperti saat sebelum lahir, dan beberapa bulan setelah lahir) dan saat terjadi kehilangan darah secara regular yaitu pada anak perempuan yang sudah mengalami menstruasi. Hal ini akan mengganggu tingkat energi, pertumbuhan dan perkembangan anak.

Zinc
Zinc merupakan mineral yang berfungsi mempercepat pertumbuhan sel-sel imun.  Zinc membantu memelihara kesehatan kelenjar timus dan meningkatkan fungsi sel-sel imun penting lainnya, seperti imfosit dan sel imun lain yang berfungsi sebagai penghancur organisma patogen, sehingga membantu proses penyembuhan luka atau penyakit infeksi. Selain mendukung sistem kekebalan tubuh, Zinc juga dibutuhkan untuk pertumbuhan, penglihatan, pengecapan dan pembauan (smell). Zinc ditemukan pada daging, makanan laut, telur, dan produk susu.
Sistem kekebalan tubuh yang baik merupakan pertahanan tubuh natural yang akan melawan organisma patogen penyebab berbagai penyakit. Oleh karena itu sudah saatnya kita memperhatikan asupan makanan putra putri kita agar sesuai dengan pola makanan yang sehat baik jumlah, proporsi maupun kandungan zat-zat yang dibutuhkan untuk mendukung kekebalan tubuhnya.

dr. Kristiantini Dewi Sp.A

POLA TIDUR DAN MASALAH YANG BIASA DIHADAPI PADA BAYI 0-6 BULAN Juli 20, 2010

Posted by indigrow in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , , , , ,
comments closed

MENGAPA “TIDUR” MERUPAKAN MASALAH YANG BEGITU PENTING

Anak susah tidur, kurang tidur, tidur ‘gak bener’, dan segala kecemasan mengenai hal tersebut telah lama menjadi masalah bagi orang tua. Bukan hanya mengenai anak yang sudah bersekolah, namun juga pada bayi yang baru lahir dan di usia dini kehidupannya.

Tidur dengan ‘enak’ dan sehat sepertinya mudah saja untuk bayi baru lahir. Mereka bisa langsung tidur dan tetap tidur. Namun, dalam beberapa minggu dan bulan pertama kehidupannya, pola tidur ini akan  berubah seiring dengan bertambah matangnya perkembangan otak mereka. Perubahan ini membawa ‘kebingungan’ membedakan siang dan malam, kadang bayi malah tidur di siang hari dan bermain di alam hari. Hal ini tentu sangat mengganggu sebagian besar orang tua. Tapi tidak perlu khawatir karena setelah beberapa minggu, orang tua dapat membantu ‘membentuk’ pola tidur yang baik menjadi kebiasaan tidur yang baik bagi buah hatinya.

Tidur merupakan sumber kekuatan yang menjadikan pikiran kita jernih, waspada dan rileks. Setiap proses tidur, baik tidur malam atau tidur siang, terjadi “recharge” dari fungsi otak. Tidur dengan kualitas baik akan meningkatkan fungsi otak karena dengan tidur yang baik akan meningkatkan rentang atensi, menimbulkan rasa rileks dan  sekaligus menjaga situasi mental untuk tetap waspada.

Proses tidur secara umum dibagi atas 2 fase yaitu fase Rapid Eye Movement (REM) dan fase non REM.  Pada fase REM  terjadi peningkatan aliran darah ke otak sehingga terjadi fungsi otak menjadi lebih baik, sel-sel otak tumbuh lebih cepat, dan hal ini akan memberi pengaruh pada restorasi fungsi emosi dan kognisi.

Sedangkan pada fase non REM terjadi peningkatan pelepasan hormone pertumbuhan sehingga tubuh mendapat kesempatan untuk tumbuh, memperbaiki sel-sel tubuh, membangun otot dan jaringan pendukung serta menguatkan tulang   sehingga sangat berpengaruh pada restorasi fisik.

SLEEP MILESTONE

BAYI BARU LAHIR

Bayi baru lahir tidur sekitar 16-18 jam per hari. Karena bayi baru lahir belum mempunyai ritme sikardian yang matur (ritme sikardian adalah „jam tubuh“ yang mengatur berapa banyak seorang individu bisa terjaga, mengatur kapan seorang individu jadi merasa mengantuk pada waktu-waktu tertentu dalam satu hari, dan perlu di re-setting setiap harinya sehingga jadwal internal ini akan sesuai dengan agenda kehidupan selama 24 jam) , maka pola tidur bayi baru lahir sangatlah berbeda dengan orang dewasa. Bayi baru lahir tidur lebih ‚ringan’ dibandingkan dewasa, mempunyai siklus tidur yang lebih singkat, dan mengalami beberapa periode transisi diantara beberapa fase tidur. Dibawah ini terdapat beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh orang tua tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan tidur pada bayi baru lahir:

  1. Bayi baru lahir tidur sebentar-sebentar  tapi terbagi rata di sepanjang hari. Tidak seperti orang dewasa yang tidur terutama di malam hari, bayi baru lahir tidur dalam 6 sampai 7 periode tidur yang terbagi rata sepanjang hari.
  2. Bayi baru lahir tidur lebih lama pada malam hari dibandingkan siang hari. Hal ini mungkin disebabkan karena hormon ibu yang dilepaskan saat kehamilan, atau karena program tidur-terjaga sang ibu saat hamil secara tidak langsung memprogram bayi baru lahir untuk mengikuti pola yang sama.
  3. Bayi baru lahir membutuhkan tidur jauh lebih banyak dibandingkan dewasa karena mereka tumbuh dalam kecepatan tinggi. Ibu tentu tahu bahwa berat bayi menjadi 2 kali lipat saat berumur 6 bulan, dan menjadi 3 kali lipat di ulang tahun pertamanya.
  4. Pola tidur bayi baru lahir sangat berbeda dari pola tidur dewasa. Ada dua pola tidur yaitu

1. Tidur aktif

Pada bayi baru lahir, fase tidur REM seperti pada orang dewasa, yaitu terjadi relaksasi dari otot-otot, tidaklah sepenuhnya terjadi. Bahkan orang tua seringkali menganggap pada fase ini bayi tidur tidak tenang, bergerak-gerak, dan menunjukkan pola bernapas yang tidak seperti biasa. Oleh karena itu fase REM ini disebut juga fase tidur aktif.

2. Tidur tenang

Pada bayi baru lahir, fase non REM ini terlihat jauh lebih tenang dan nyenyak dibandingkan pada orang dewasa.

  1. Bayi baru lahir menghabiskan lebih dari separuh waktunya dalam fase tidur aktif, yaitu sekitar 8-9 jam per hari. Hal ini karena terjadi banyak maturasi sel-sel otak segera setelah lahir.  Para peneliti telah membuktikan bahwa tahap tidur aktif ini memegang peranan penting dalam tahap perkembangan otak, terutama dalam mengolah semua pengalaman belajar yang terjadi selama sehari penuh.
  2. Bayi baru lahir banyak menghabiskan waktunya untuk tidur, tapi mereka seringkali hanya „tidur ringan“, sehingga mereka mudah dan sering terjaga. Bayi baru lahir mempunyai siklus tidur sekitar 50-80 menit. Siklus ini jauh lebih singkat dibandingkan dengan siklus tidur pada dewasa, dan bayi baru lahir akan tidur melalui siklus ini lebih sering dibandingkan dewasa. Bayi juga mengalami fase terjaga saat mereka transisi dari satu fase ke fase tidur lainnya.

Tabel 1.

Bagaima Pola Tidur Bayi berubah sepanjang waktu

Usia           Persentasi Tidur Aktif             Rata-rata durasi siklus tidur-bangun

Bayi baru lahir                  50-60%                                    50-80 menit

6 bulan                                  30%                                              60 menit

Balita dan anak                 30%                                                90 menit

Sleep solutions for your baby; Ann Douglas: 2006

  1. Kebanyakan bayi baru lahir „siap“ untuk kembali tidur setelah 2 jam terjaga. Beberapa bayi baru lahir tidur siang sekitar 30-45 menit, sedangkan bayi lain mungkin tidur lebih panjang.
  2. Awalnya, siklus tidur bayi baru lahir sangat mengikuti jadwal menyusunya. Bayi baru lahir tidur hampir disepanjang waktunya, bangun hanya jika mereka merasa lapar, lalu menyusui dan kemudian segera kembali tidur setelah menyusu dan sedikit ‚bermain’ dengan anda.
  3. Setelah itu pola tidur nya berangsur berubah dengan makin banyaknya kalori yang dikonsumsi saat menyusui dan bayi mulai lebih banyak terjaga di siang hari. Tidur siang mulai menjadi teratur dan tidur di malam hari mulai berpola.
  4. Pola tidur bayi yang menyusui ASI dengan yang menyusu formula mungkin berbeda karena ASI memang lebih mudah diserap sehingga bayi yang menyusu ASI akan lebih sering menyusu yang berarti lebih sering terbangun di malam hari.
  5. Para peneliti mengungkapkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI mengalami  fase REM lebih lama dibandingkan bayi yang mendapatkan susu formula. Hal ini tentu saja baik bagi restorasi emosi dan kognitif sang bayi.

SETELAH 2 MINGGU SAMPAI 6 MINGGU

Sampai 1 bulan, periode tidur malamnya akan lebih panjang dibandingkan periode tidur siangnya. Sekitar usia 4 – 6 minggu, pola tidur bayi menjadi sedikit lebih teratur menjadi beberapa  kali tidur panjang, yaitu sekitar 3 sampai 4 jam. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah ‚awareness’ bayi terhadap siang-malam, siklus menyusui, beberapa proses biologis-hormonal.  Namun jangan terlalu berharap anda sudah akan mendapatkan pola tidur yang tetap di usia ini, namun mulailah untuk memperkenalkan perbedaan siang dan malam padanya. Kebanyakan bayi menjadi sangat rewel, sering nangis, dan sering terjaga adalah di usia 6 minggu Setelah bayi melalui usia 6 minggu, kemungkinan besar bayi mulai bisa tidur sampai 2 bahkan 3 jam. Bahkan di sore hari bayi dapat tidur nyenyak sampai 3-5 jam.

Saat bayi berusia 1 atau 2 minggu, bayi mulai terjaga lebih lama, dan memperlihatkan prilaku yang „gassy“ dan „fussy“. Hal ini berlangsung sampai sekitar usia 6 minggu, dan setelah itu mereka jadi „tenang“ lagi. Perilaku yang irritable, rewel dan sering terjaga ini sering disalah artikan sebagai „ibu yang stress“ atau ketidakcukupan suplai asi, atau bahkan dianggap sebagai akibat ASI yang buruk. Hal ini tentu saja tidak benar. Fase ini memang normal adanya sejalan dengan perkembangan kematangan otaknya. Bersikaplah tenang. Fase ini akan berlalu dan jangan menyalahkan diri sendiri.

BAYI USIA 6 MINGGU -6 BULAN

Setelah bayi melalui usia 6 minggu, kemungkinan besar bayi mulai bisa tidur sampai 2 bahkan 3 jam. Bahkan di sore hari bayi dapat tidur nyenyak sampai 3-5 jam. Bayi sampai usia 3 bulan, kebanyakan bayi terjaga di siang hari dan pada senja hari. Kebiasaan tidur ini menjadi dapat diprediksi. Mereka cederung tidur siang 2 atau 3 kali lebih lama. Waktu tidur malam mulai bergeser jadi sedikit „lebih pagi“. Sampai usia 3 atau 4 bulan, bayi anda sudah mulai mengantuk sekitar jam 7.30 malam atau jam 8.30 malam. Pada usia ini, ritme suhunya pun semakin teratur sehingga membantu mereka untuk tidur lebih baik dan teratur. Di usia ini, ibu masih harus ‚mengikuti’ kebutuhan bayi untuk bisa tidur dengan baik. Susui mereka saat lapar, ganti popoknya saat basah dan tidurkan mereka saat mereka membutuhkannya. Jangan terlalu berharap sudah ada jadwal yang pasti dan jangan terlalu memaksakan kehendak ibu pada mereka. Setelah bayi melewati usia 6 bulan maka bayi akan mulai menunjukkan pola tidur yang teratur dan dapat diprediksi.

Tidur merupakan hasil interaksi yang kompleks antara berbagai peristiwa biologis-kimia-hormonal dan pola tidur sangat berhubungan proses pematangan atau maturasi fungsi otak. Oleh karena itu, tidur sangat penting bagi perkembangan fisik dan mental anak.

Dengan memahami dasar ilmiah terjadinya proses tidur pada bayi anda – mengapa pola tidur bayi begitu berbeda dengan pola tidur dewasa – dapat membantu orang tua menemukan pola asuh yang tepat dan mengurangi rasa ‘frustrasi’ orang tua dalam mengasuh bayi mereka.

REFERENSI:

Thiedke CC. Sleep disorders and sleep problems in childhood. Am Fam Physician 2000;63:277-84

The science of sleep.  Douglas A. Sleep solutions for your baby, toddler, and preschoolers. John Wiley and Son, Publisher, Canada, 2006.

How parents can help their children establish healthy seep habits. Weissbluth M. Healthy seep habits, happy child.  The random house publishing group, USA, 2003.

Kristiantini Dewi, dr, SpA.

indiGrow Child Development Center.

Hello world! April 1, 2009

Posted by indigrow in Uncategorized.
add a comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!