jump to navigation

Nutrisi Untuk Miningkatkan Kekebalan Tubuh Anak September 7, 2012

Posted by indigrow in Uncategorized.
trackback

Tubuh manusia secara terus menerus melindungi dirinya dari “serangan” yang datang dari lingkungan yang membahayakan dirinya. Hal ini dapat dilakukan karena tubuh diperlengkapi dengan serangkaian sistem yang kompleks, terdiri dari sel-sel, berbagai senyawa biokimia, jaringan dan organ-organ tubuh tertentu yang saling berinteraksi membentuk sistem kekebalan tubuh atau yang disebut juga sistem imunitas tubuh.


Bagaimana tubuh melindungi diri dari pengaruh lingkungan yang buruk..?
Tubuh manusia secara terus menerus melindungi dirinya dari “serangan” yang datang dari lingkungan yang membahayakan dirinya. Hal ini dapat dilakukan karena tubuh diperlengkapi dengan serangkaian sistem yang kompleks, terdiri dari sel-sel, berbagai senyawa biokimia, jaringan dan organ-organ tubuh tertentu yang saling berinteraksi membentuk sistem kekebalan tubuh atau yang disebut juga sistem imunitas tubuh. Sistem ini bekerja melalui beberapa peran. Sebagai contoh, peran dari sistem saluran cerna.

Saluran cerna tidak hanya menyarikan dan menyerap zat-zat gizi dari makanan yang masuk tapi juga menghancurkan organisma-organisma patogen yang terkandung dalam makanan tersebut. Kerja sistem imun lain yang berperan lebih fokus dilakukan oleh sel-sel darah putih yang memang mempunyai tugas khusus untuk memerangi organisma-organisma asing yang menyerang tubuh manusia. Adanya defek atau “kelemahan” sistem imun dapat mengganggu kemampuannya untuk mengenali dan menghancurkan organisma asing sehingga meningkatkan kerentanan terhadap timbulnya berbagai penyakit.

Bagaimana supaya sistem kekebalan tubuh tetap bekerja optimal..?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa fungsi kekebalan tubuh tergantung pada beberapa hal, terutama asupan makanan dan pola kehidupan yang sehat. Disebutkan juga bahwa aktifitas fisik dan status emosi yang sehat merupakan faktor penting yang mendukung sistem kekebalan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.

Apakah si kecil sudah mendapatkan asupan makanan sehat..?
Nutrisi yang tepat adalah asupan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral dalam jumlah dan proporsi yang seimbang sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan, energi, sistem kekebalan  dan status kesehatan secara keseluruhan. Jumlah makanan tentu disesuaikan dengan usia anak. Sedangkan komposisi makanan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok karbohidrat yang terdiri dari roti, sereal, nasi dan pasta; kelompok kedua adalah sayuran, kelompok ketiga adalah buah-buahan, kelompok keempat adalah makanan sarat protein seperti daging, ikan, ayam/unggas, telur, dan kacang-kacangan, dan kelompok kelima adalah produk susu yang terdiri dari susu atau yogurt dan berbagai produk terbuat dari keju. Kelima kelompok makanan ini tersusun dalam bentuk piramid, dimana kelompok pertama merupakan dasar piramid, disusul kelompok makanan kedua dan ketiga di atasnya, dan kelompok makanan keempat dan kelima di atasnya lagi.

Yang menjadi puncak piramid makanan adalah makanan mengandung lemak, minyak dan gula. Hal ini menunjukkan bahwa tiap kelompok makanan mengandung sebagian, tapi tidak semua, dari kandungan gizi yang dibutuhkan. Makanan dari kelompok yang satu tidak dapat menggantikan makanan di kelompok lainnya. Tidak ada satu kelompok makanan pun yang lebih penting daripada yang lain. Untuk mendapatkan asupan makanan yang sehat, anak harus mendapatkan semua kelompok makanan tersebut dalam jumlah dan proporsi yang seimbang seperti yang telah digambarkan di dalam piramid makanan tersebut.

Karbohidrat
Karbohidrat  ditemukan pada tumbuhan dalam bentuk gula dan zat tepung. Zat tepung merupakan gula dalam bentuk rantai yang lebih panjang dan kompleks, dan sebelum diserap di usus halus, zat ini dipecah dulu menjadi bentuk gula yang lebih sederhana. Zat gula pun terdiri dari berbagai bentuk seperti sukrosa, laktosa dan glukosa.
Baik zat gula dan zat tepung memberikan energi bagi tubuh untuk terus beraktivitas. Makanan yang mengandung zat tepung juga mengandung serat dan vitamin.
Gula bisa didapatkan dari buah, susu (laktosa), atau gula meja; sedangkan zat tepung diperoleh dari sereal, buah, sayur dan kacang.

Serat
Kenapa disebut “serat”? Sebagian makanan yang telah diproses ternyata sulit dicerna oleh usus halus, menyerupai sifat serat, itulah sebabnya kelompok makanan ini disebut makanan berserat. Serat mempunyai tugas penting untuk menjaga usus besar sehat. Pada anak, asupan serat yang cukup akan membantu menghindari buang air besar yang keras karena serat memperbaiki pergerakan usus, melunakkan tinja, dan mempercepat waktu yang dibutuhkan makanan untuk berjalan melalui usus halus. Kebanyakan makanan yang berasal dari tumbuhan mengandung serat. Serat banyak ditemukan dalam kulit padi, sereal (terutama biji-biji padian), beras merah, kacang-kacangan seperti kacang polong, buah dan sayuran. Jus buah hanya mengandung sedikit serat, oleh karena itu lebih dianjurkan untuk memakan buah secara utuh.

Protein
Protein merupakan zat yang terbentuk dari serangkaian asam amino. Tubuh kita dapat membuat sebagian dari asam amino tersebut, namun sebagian lagi harus didapatkan dari luar tubuh berupa makanan. Protein berfungsi untuk pembentukan organ tubuh. Otot dan darah kaya akan kandungan protein. Dimana protein bisa didapatkan? Protein hewani didapatkan dari daging, ikan, keju, yogurt, telur dan susu, dan mengandung asam amino yang lengkap. Sedangkan protein nabati (dari tumbuhan) didapatkan dari buncis, kacang polong, biji padi, dan kacang-kacangan lainnya, namun kelompok ini  mengandung protein yang kandungan asam aminonya tidak selengkap protein hewani.
Anak membutuhkan protein untuk pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuhnya, termasuk pembentukan jaringan baru, dan juga membentuk antibodi yang merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh. Tanpa asam amino esensial, anak menjadi jauh lebih rentan terhadap penyakit-penyakit serius.

Lemak
Lemak menghasilkan energi dan tenaga bagi tubuh, namun jika tidak segera digunakan maka lemak akan disimpan sebagai cadangan energi saat kita kelaparan. Selain sebagai salah satu sumber energi, lemak dibutuhkan untuk mendukung berbagai proses dalam tubuh seperti metabolime tubuh, pembekuan darah, dan untuk proses penyerapan vitamin-vitamin tertentu.  Oleh karena itu lemak penting untuk menjadi salah satu asupan makanan anak. Namun konsumsi tinggi lemak terutama lemak yang tersaturasi (daging sapi, babi, kambing, susu, keju dan es krim) dapat berkontribusi menimbulkan plak atau sumbatan di pembuluh darah, serta meningkatkan tekanan darah di kemudian hari. Oleh karena itu anak usia diatas 2 tahun disarankan untuk mulai mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang lebih rendah, tidak tersaturasi (minyak sayur dan minyak ikan), rendah kolesterol (seperti: ayam, ikan, daging yang direbus, dibakar atau dipanggang; bukan digoreng), margarin rendah lemak (sebagai  pengganti mentega), produk susu yang rendah lemak, dan minyak sayuran yang rendah lemak.

VITAMIN dan MINERAL
Kedua kelompok  ini merupakan elemen penting dari keseluruhan kebutuhan zat gizi anak. Karena tubuh manusia tidak dapat mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral, maka kedua zat ini harus didapatkan dari asupan makanan. Tubuh hanya membutuhkan sejumlah kecil vitamin, dan jika asupan makanan anak cukup baik dan seimbang, biasanya kebutuhan akan vitamin dan mineral sudah mencukupi dan tidak dibutuhkan suplementasi lagi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa vitamin dan mineral tertentu merupakan nutrient yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh manusia, yaitu vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, zat besi dan zinc.
Vitamin A
Vitamin A sebagai retinol atau beta-carotene merupakan immune-supportive nutrient. Banyak penelitian menunjukkan kemampuan vitamin A untuk menurunkan insidensi dan tingkat keparahan penyakit-penyakit infeksi. Vitamin A mendukung kekebalan tubuh dengan cara memelihara integritas atau keutuhan dari permukaan mukosa. Membran mukosa adalah permukaan lapis terluar yang melindung sistem organ di dalam tubuh, misalnya sistem saluran napas dan sistem saluran cerna. Membran mukosa pada kedua sistem ini secara natural bertugas sebagai barrier atau pelindung tubuh dari segala organisma pathogen yang masuk. Vitamin A juga meningkatkan respons antibodi dan meningkatkan penggandaan jumlah sel darah putih yang dikenal sebagai salah satu komponen sistem kekebalan tubuh.. Selain itu vitamin A membantu fungsi penglihatan dimalam hari serta kemampuan membedakan warna. Sumber yang kaya vitamin A adalah sayuran berwarna hijau, merah dan oranye (terutama karoten dalam wortel), produk susu dan hati.

Vitamin C (asam askorbat)
Vitamin C merupakan vitamin yang paling dikenal sebagai immune-stimulating nutrient.  Banyak penelitian menunjukkan bahwa vitamin C bekerja pada beberapa tingkat untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, untuk meningkatkan aktivitas sel-sel imun, vitamin C berperan sebagai cofactor dalam pembentukan kolagen, yang merupakan protein utama pada seluruh jaringan kolagen.  Dengan cara membantu memelihara dan menjaga keutuhan struktur jaringan tubuh yang saling berkoneksitas satu sama lain, maka vitamin C mencegah penyebaran infeksi ke seluruh bagian tubuh. Selain memperkuat otot dan kulit, vitamin C juga mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan kekebalan terhadap infeksi. Manusia tidak dapat memproduksi vitamin C dalam tubuhnya sehingga harus didapatkan asupan dari makanan sehari-hari misalnya dari buah sitrus, stroberi, tomat, kentang, bayam, brokoli, kubis, dan tauge.

Vitamin D (Cholecalciferol)
Vitamin D merupakan zat nutrisi yang dapat ditemukan dalam lemak, tapi dapat juga dibentuk oleh tubuh dari sinar matahari yang mengenai kulit manusia. Vitamin D mengatur metabolisme kalsium dan fosfor sehingga penting untuk pembentukan tulang yang kuat. Selain itu vitamin D ini juga terlibat dalam proses pertumbuhan sel dan pembentukan sistem kekebalan tubuh. Makanan yang kaya vitamin D antara lain adalah ikan, hati, mentega, margarine dan telur.

Vitamin E (Tocopherol)
Vitamin E yang terkandung dalam sel-sel imun mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan yang terkandung dalam sel-sel lainnya. Sel darah putih sebagai salah satu “sel imun”, sering menggunakan radikal bebas untuk membantu menghancurkan organisma patogen. Makin tinggi konsentrasi antioksidan nya – termasuk vitamin E – makin memungkinkan sel darah putih untuk menggunakan kekuatan radikal bebas tanpa “melukai” sel darah putih nya itu sendiri. Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa manusia dengan kadar vitamin E lebih rendah, secara bermakna menunjukkan kerentanan yang lebih tinggi terhadap infeksi dibandingkan dengan manusia yang memiliki kadar vitamin E lebih tinggi.  Vitamin E ditemukan pada minyak sayur, ikan laut, kacang, telur dan sereal.

Zat Besi
Zat besi merupakan mineral penting dalam diet anak karena zat ini dibutuhkan untuk membuat haemoglobin, (bagian “merah” dari darah), yang tugasnya membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Zat besi juga penting bagi sistem saraf (untuk pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak), untuk pertumbuhan badan dan membantu tubuh melawan infeksi. Zat besi ditemukan pada daging, terutama daging merah (sapi, kalkun, babi), hati, telur, makanan laut, biji padi, sereal dan kacang polong. Kekurangan zat besi atau anemia zat besi pada anak dapat terjadi saat fase pacu tumbuh (seperti saat sebelum lahir, dan beberapa bulan setelah lahir) dan saat terjadi kehilangan darah secara regular yaitu pada anak perempuan yang sudah mengalami menstruasi. Hal ini akan mengganggu tingkat energi, pertumbuhan dan perkembangan anak.

Zinc
Zinc merupakan mineral yang berfungsi mempercepat pertumbuhan sel-sel imun.  Zinc membantu memelihara kesehatan kelenjar timus dan meningkatkan fungsi sel-sel imun penting lainnya, seperti imfosit dan sel imun lain yang berfungsi sebagai penghancur organisma patogen, sehingga membantu proses penyembuhan luka atau penyakit infeksi. Selain mendukung sistem kekebalan tubuh, Zinc juga dibutuhkan untuk pertumbuhan, penglihatan, pengecapan dan pembauan (smell). Zinc ditemukan pada daging, makanan laut, telur, dan produk susu.
Sistem kekebalan tubuh yang baik merupakan pertahanan tubuh natural yang akan melawan organisma patogen penyebab berbagai penyakit. Oleh karena itu sudah saatnya kita memperhatikan asupan makanan putra putri kita agar sesuai dengan pola makanan yang sehat baik jumlah, proporsi maupun kandungan zat-zat yang dibutuhkan untuk mendukung kekebalan tubuhnya.

dr. Kristiantini Dewi Sp.A

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: