jump to navigation

Perkembangan Prilaku Seksual Anak Februari 9, 2010

Posted by indigrow in Berbagi Ilmu & Pengalaman.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
trackback

Kristiantini Dewi, dr., SpA

indiGrow Child Development Center
Bandung Jl Haruman 35 Tlp. 022-7303244

Anak belajar mengenai seks sama pentingnya dengan mereka belajar hal lain. Anak perlu merasa bahwa organ seksual mereka sama pentingnya dengan bagian tubuh lainnya seperti tangan dan kaki. Mereka harus bangga menjadi seorang laki-laki atau seorang perempuan. Dan jika orang tua mengajak anak membicarakan anggota-anggota tubuh mereka,  tentang prilaku serta perasaan anak mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan seks, seharusnya anak merasa “nyaman” dan “aman” dapat berkomunikasi tentang hal ini dengan orang tuanya. Hal ini penting sekali bagi terciptanya kondisi dimana anak merasa bahwa orang tuanya lah tempat bertanya, mengadu, dan “curhat” untuk hal yang paling ditabukan sekalipun.

Pengaruh pada perilaku seksual anak

  • Orangtua

Apa yang orangtua pikirkan mengenai seksualitas anak memberi pengaruh yang kuat bagaimana anda merespon prilaku seksual anak. Apa yang orang tua atau leluhur anda katakan, lakukan, keyakinan agama yang dianut, latar belakang kebudayaan dan perasaan anda, semuanya akan memberi warna tentang bagaimana anda menyikapi perkembangan seksual putra putri anda. Anda dapat menolong anak anda untuk merasa nyaman, sehat dan normal, atau sebaliknya, yaitu merasa malu, bersalah dan buruk, semuanya tergantung bagaimana cara anda merespons putra-putri anda.

  • Televisi, radio dan majalah

Anak dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat, dengar dan baca. Mereka mungkin melihat atau mengetahui seks melalui berbagai cara termasuk melalui media televisi, video, koran, papan iklan dan majalah. Mereka belajar dari apa yang mereka baca dan lihat itu mengenai apa artinya menjadi seorang laki-laki atau seorang perempuan, dan bagaimana seorang laki-laki atau seorang perempuan berprilaku. Kadang mereka melihat gambar kekerasan sesual atau gambar aktivitas seksual yang mana mereka belum cukup dewasa untuk mengerti artinya dan hal ini membuat mereka cemas.

  • Bagaimana orang tua memperlakukan orang lain

Anak belajar dari orang tuanya – guru pertama mereka ! Mereka melihat bagaimana orang tua memperlakukan orang lain, bagaimana anda memberi perhatian, menghargai orang lain atau sebaliknya. Beberapa anak mempunyai pengalaman melihat orang tuanya mentertawakan atau mempermalukan orang lain karena perbedaan jenis kelaminnya. Hal ini memberi pengaruh buruk bagi anak karena dia mungkin merasa tidak nyaman dengan status seksualnya sebagai laki atau perempuan, dan mengajarkan mereka untuk takut atau tidak menghargai orang yang berjenis kelamin berbeda dengannya.

  • Sekolah

Sebaiknya sekolah dan tempat-tempat terapi anak tidak hanya  mengajarkan mereka anggota tubuh, nama dan kegunaannya tapi juga mengajarkan anak bagaimana menyikapi prilaku orang lain terhadap anggota tubuh mereka (termasuk organ seksual) yang tidak aman dan tidak senonoh bagi mereka, serta cara mengatasinya.

Perkembangan seksual anak

Anak memiliki perasaan seksual sejak lahir. Bayi laki-laki mengalami ereksi dan baik bayi laki maupun perempuan sama-sama memiliki perasaan senang jika ada sentuhan pada organ genitalia mereka.

  • Usia Prasekolah

Bayi biasanya belum meng”eksplor” organ genitalianya sampai usianya 1 tahunan karena organ ini memang lebih sulit terlihat dibandingkan dengan anggota tubuh lainnya seperti tangan dan kaki. Bayi sering menyentuh organ genitalnya karena mereka menimbulkan rasa “enak” atau menimbulkan rasa nyaman jika mereka sedang cemas dan marah.

Bayi satu tahun sudah mulai memainkan genitalnya saat diganti celananya dan kadang mereka juga memainkan ee nya saat dibersihkan. Hal ini wajar saja sebagai bagian dari rasa keingintahuan mereka.

Anak dibawah usia 3 tahun belum mengerti bahwa seluruh bagian tubuhnya merupakan satu kesatuan dari badannya dan merupakan sesuatu yang permanen. Oleh karena itu anak laki kadang jadi “cemas” penis nya hilang atau tidak ada saat mereka melihat anak perempuan tidak memiliki genitalia yang sama, atau sebaliknya.

Anak usia prasekolah sering belum “aware” terhadap tubuhnya dan masih belum terlalu mengerti “malu” dalam keadaan telanjang.

Anak usia prasekolah tertarik untuk melihat tubuhnya sendiri dan tubuh teman-temannya. Mereka sering bermain peran dokter – perawat sehingga mereka bisa saling melihat dan menyentuh satu sama lain.

Mereka sering tertarik pada bagian-bagian tubuh orang tuanya dan ingin menyentuhnya jika mereka kebetulan melihatnya di kamar atau di kamar mandi.

Mereka mulai tertarik konsep dari mana bayi berasal dan bagaimana bayi keluar dari perut ibunya.

Sebelum usia 3 tahun, anak dapat menyampaikan jenis kelaminnya. Dan pada usia 6 tahun atau 7 tahun mereka mengerti bahwa organ genital bukanlah sesuatu yang bisa berubah lagi (laki berubah jadi perempuan, dan sebaliknya). Saat usia 4 tahun mereka sangat tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan kamar mandi dan toilet.

  • Di tahun-tahun pertama sekolah dasar

Anak biasanya mengetahui bahwa  memperhatikan tubuh orang lain dan masturbasi merupakan kegiatan yang dilakukan orang dewasa secara pribadi. Di umur ini anak masih bermain peran yang melibatkan perbedaan jenis kelamin karena rasa keingintahuannya. Anak mulai mendengar dan memperhatikan kata-kata yang “berbau” seks, kadang mereka menggunakan istilah-istilah tertentu yang mereka dapatkan dari teman-temannya. Mereka masih merasa tertarik pada proses kehamilan dan persalinan. Anak mulai memlih teman sejenis sebagai teman dekatnya. Anak sudah malu jika tidak berpakaian dengan baik di depan orang lain dan juga di depan orang tuanya. Mereka mulai mengangkat topik seks dalam obrolan atau gurauan dengan teman-temannya. Permainan “seksual” yang sering diperankan adalah permainan bermain saling memperolok atau berpura-pura mengenai perkawinan atau bermain peran “dokter-pasien/perawat”.

Masturbasi

Dalam masa kanak-kanak dini, menyentuh organ genital dapat berarti:
– mencari dan menemukan anggota tubuhnya
– anak merasa nyaman
– anak ingin pergi ke toilet
– memberikan rasa aman saat anak sedang dalam keadaan cemas

Di tahun pertama sekolahnya anak belajar bahwa masturbasi adalah sesuatu yang dilakukan sangat privabadi (jadi jika anak melakukannya di depan umum biasanya menunjukkan adanya gangguan pada anak). Saat anak mencapai usia pra sekolah, anda mungkin ingin membicarakan masalah masturbasi. Katakan pada anak anda bahwa masturbasi menimbulkan rasa nyaman, namun hal tersebut hanya boleh dilakukan oleh diri sendiri  bahkan tanpa kehadiran orang lain.

Jika anak sering masturbasi, mungkin ada suatu masalah yang dipikirkannya dan hal ini sangat penting untuk dikenali oleh orang tuanya dan dicari solusinya. Anak-anak yang masih kecil mungkin belum bisa menceritakan apa yang mengganggu pikirannya tapi orang tua harus terus mencari kemungkinan penyebabnya misalnya adanya adik bayi yang baru dilahirkan, atau karena orang tua kembali bekerja, dsb.

Mengatakan pada anak yang melakukan masturbasi dalam rangka mencari kenyamanan, biasanya malah menambah ketegangan pada anak. Sebaiknya coba katakan:”Ibu tau kamu lagi gak enak ya…., sini ibu peluk”

Sentuhan

Menyentuh anak, memeluknya, mengelus, mengusap, menggendong anak oleh kedua orang tua merupakan hal penting bagi anak untuk merasa dicintai dan belajar bagaimana menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang. Beberapa ayah dan ayah tiri ragu untuk memeluk anaknya karena takut dituduh melakukan pelecekan seksual. Seyogyanya orang tua mengerti perbedaan antara menyentuh, memeluk dan mengusap karena ekspresi kasih sayang atau sesuatu yang dilakukan karena untuk memenuhi hasrat seksusal orang tuanya. Hal yang terakhir tersebut merupakan tanggung jawab orang tua untuk tidak melakukannya.

Apa yang dapat dilakukan oleh orang tua

Dari sejak usia dini anak sudah besar rasa ingin tahunya dari mana mereka datang atau dilahirkan. Anda dapat jelaskan secara sederhana dan seringkali hal tersebut sudah dapat memuaskan rasa ingin tahunya. Jelaskan bahwa mereka terbentuk dari pertemuan sel telur ibu dan sel sperma ayah dan bentuk pertemuan ini makin hari tumbuh makin besar di tempat yang istimewa dalam perut ibunya sampai tiba saatnya nanti dilahirkan menjadi bentuk yang sempurna seperti dia.

Dengan bertambahnya usia mereka, anak dapat diberi penjelasan yang lebih rinci, misalnya dari mana asalnya sel sperma dan sel telur. Misalnya, karena ayah dan ibu demikian saling menyayangi, mereka sering saling bersama, sehingga sperma yang terpilih dari ayah bisa masuk menemui sel telur terpilih juga dari ibu, sehingga menghasilkan anak yang istimewa seperti dia. Sebagian anak ingin mendengarkan penjelasan ini berulang-ulang. Buku dengan banyak gambar yang ilustratif dapat menolong mereka mengerti apa yang disampaikan oleh orang tua. Jawablah pertanyaan mereka dengan jujur dan sewajarnya sehingga mereka merasa bahwa mereka dapat berdiskusi dengan orang tuanya jika mereka ingin tahu lebih banyak tentang sesuatu hal. Bahkan jika orang tua memberi istilah tertentu pada genitalianya misalnya “titot” untuk genitalia laki-laki, anak harus tahu terminology yang sesungguhnya sebelum anak usia sekolah. Perlihatkan buku-buku bergambar tentang anggota tubuh dan cara kerjanya masing-masing.

Jika orang tua kesulitan memperkenalkan terminology original untuk organ-organ seksual, maka perkenalkan istilah tersebut sejak anak usia sangat dini sehingga orang tua tidak jadi “malu” menyebutkannya. Jangan lupa ajarkan anak untuk menghargai individu dari kedua jenis kelamin..

Kebanyakan orang tua menginginkan anaknya memiliki prilaku yang sehat mengenai seks. Cara orang tua bersikap atau beraksi terhadap pembicaraan mengenai seks akan mempengaruhi bagaimana anak berpikir, bersikap tentang masalah tersebut dan tentang diri mereka sendiri.

“SEXUAL GAMES”

Masa kanak-kanak merupakan masa belajar dan eksplorasi. Anak mengeksplorasi tubuhnya selama masa ini, termasuk mengeksplor  organ genitalianya. Mereka belajar dengan cara melihat, memegang organ-organ tersebut saat bermain dengan temannya misalnya bermain peran “dokter-perawat”. Namun orang tua tidak perlu terlalu khawatir mengenai hal ini karena ketertarikan anak pada seks dan permainan peran yang melibatkan pemahaman seks ini hanya merupakan sebagian hal yang ingin mereka pelajari dan eksplor. Permainan seperti ini tidak sama dengan yang terjadi pada orang dewasa. Anak hanya merasa “penasaran” , ingin tahu mengenai organ organ tubuhnya dan tentang perbedaan jenis kelamin.

Orang tua tidak perlu terlalu khawatir selama anak memainkan peran ini dengan anak yang sebaya dan selama mereka tidak dipaksa untuk melakukan hal-hal yang mereka tidak ingin lakukan, dan selama mereka tidak melakukan hal-hal yang biasanya tidak diketahui oleh anak seusianya. Sangat dianjurkan agar orang tua senantiasa berada di sekitar anak jika mereka bermain peran seperti ini sehingga anda dapat yakin bahwa anak-anak melakukan permainan yang “aman”.

Jika anda melihat anak anda melakukan “sex games”

Anak biasanya menikmati permainan ini seperti halnya menikmati permainan lainnya. Jika anak kedapatan sedang bermain “sex games” oleh orang tuanya, biasanya mereka jadi malu. Apalagi kalau orang tuanya juga tidak berkenan dan juga malu. Banyak hal yang dirasa membingungkan dan menakutkan bagi anak adalah disebabkan sikap atau reaksi orang tua terhadap mereka.

Jika anak bermain “sex game” dan anda tidak yakin bagaimana harus bersikap, tarik napas dalam dan berpikirlah sejenak. Hal ini dapat mencegah anda untuk melakukan hal-hal yang menambah takut mereka. Pikirkan baik-baik hal apa yang hendak anda sampaikan dan efeknya bagi anak.  Isi pesan dan bagaimana pesan disampaikan, tentu tergantung pada umur kematangan anak. Jelaskan pada mereka bahwa ingin tahu sesuatu tentang orang lain bisa jadi sesuatu yang baik tapi yang pasti organ-organ genitalia adalah termasuk sesuatu yang mutlak sangat pribadi bagi siapapun.

Jika anda membutuhkan pertolongan mengenai perkembangan seksual anak anda

Ada beberapa hal ganjil yang mungkin akan dilakukan anak jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan pada mereka atau dikenal sebagai child abuse. Kalau hal itu sampai terjadi, orang tua sangat dibutuhkan untuk melindungi mereka dan menempatkan mereka dalam situasi dan kondisi yang aman.

Jika terjadi sesuatu hal seperti dibawah ini, segera bawa anak anda ke dokter untuk konsultasi lebih jauh:

Anak mengetahui dan menguasai masalah seksual lebih jauh dibandingkan yang seharusnya seusia dia misalnya anak usia pra sekolah mengerti rinci tentang hubungan intim / hubungan seksual suami istri

Terdapat kemerahan atau luka lecet di sekitar organ genitalia (vagina, anus, bottom, penis atau mulut) tanpa penyebab yang jelas

Memaksa temannya untuk bermain “sex games”

Bermain “sex games”  dengan anak yang jauh lebih muda usianya

Melakukan masturbasi sangat sering sampai mengganggu kegiatan bermain, atau depan umum saat anak usia sekolah dasar

Selalu menggambar bagian genitalia saja

Ketakutan atau marah jika orang membicarakan tubuhnya atau jenis kelaminnya

Sangat “anxious” jika berdekatan dengan orang tertentu tanpa alasan yang jelas

Tanda-tanda stress, seperti kembali mengompol, bab di celana dalam, atau mencederai dirinya sendiri , mungkin merupakan tanda-tanda “sexual abuse” atau tanda-tanda stress akibat hal-hal lain.  Usahakan untuk tidak terlalu menginterogasi anak karena mungkin dia tambah ketakutan dan tidak kooperatif dalam pemeriksaan.

Jika Anak Anda Mengalami “SEXUAL ABUSED”

  • Petugas hukum Negara akan mewawancarai orang tua perihal laporan kecurigaan suatu “sexual abused”, sehingga hal ini merupakan masa masa sulit bagi anda yang masih sangat emosional menghadapi musibah yang menimpa anak anda dan keluarga.
  • Untuk mengatasi rasa kecewa, sedih dan marah yang berkecamuk di hati, anda butuh seseorang yang dapat mendengarkan dan mengerti perasaan anda sehingga anda dapat mengendalikan keadaan dan dapat menghadapi anak anda dengan lebih bijaksana.
  • Jika anak anda tahu dan menyadari bahwa anda sendiri tidak dapat mengendalikan perasaan, biasanya mereka merasa lebih tidak enak lagi. Karena itu jangan terbawa emosi saat di depan anak anda, fokuskan pada pemenuhan kebutuhan anak anda yang sedang sangat terpukul itu.
  • Anak yang baru mengalami “sexual abused” bisa menjadi bingung membedakan antara sentuhan tulus penuh kasih sayang dari orang tua, atau sentuhan sarat hasrat seksual. Hal ini membuat mereka cemas dan ketakutan akan berulangnya hal yang sama. Sangat penting bagi anak untuk melihat orang tuanya terus memberikan sentuhan kasih sayang dalam bentuk yang “aman” untuknya.
  • Yang paling penting, yakinkan pada anak bahwa “sexual abuse” tidak boleh pernah  terjadi pada siapapun termasuk dia, dan apapun yang terjadi padanya maka “sexual abuse” yang telah terjadi bukanlah kesalahan dia.

INGATLAH!

  • Membicarakan masalah seksual dengan anak tidak membuat anak menjadi lebih tertarik pada masalah tersebut, namun membuat mereka lebih mudah untuk datang kepada orang tua setiap saat mereka menghadapi masalah apapun.
  • Memperkenalkan organ-organ tubuh termasuk organ genitalia lebih mudah jika dibiasakan untuk diperkenalkan sejak usia dini
  • Anak harus mengerti bahwa organ seksual  merupakan bagian tubuh mereka yang sama baiknya dengan organ atau anggota tubuh yang lain.
  • Anak harus tahu nama original dari organ atau alat tubuh mereka.
  • Anak harus bangga atas keberadaannya sebagai anak lelaki atau sebagai anak perempuan.
  • Berikan anak sebanyak-banyaknya sentuhan, usapan dan pelukan tanda cinta dan kasih sayang yang tulus dari orang tua.
  • Apa yang orang tua yakini, rasakan dan apa yang anak anda lihat pada diri orang tuanya saat orang tuanya bicara dan bersikap, akan sangat mempengaruhi kehidupan seksual anak anda kelak.
  • Yang paling dibutuhkan anak adalah perasaan dicintai dan mencintai oleh orang tua dan keluarga.

Resources

Komentar

1. RIKHA - Maret 31, 2010

asw.. subhanallah, ilmunya sangat bermanfaat, izin copy untuk tambahan ilmu saya dan yang lainnya… trims


Sorry comments are closed for this entry

%d blogger menyukai ini: